Monday, January 9, 2017

Gula Bikin Gendut?

Gula

Sering beredar di telinga kita: gula bikin gendut. Makanya orang-orang yang berniat diet pun berusaha sekuat tenaga menjauhkan dirinya dari gula atau minuman dan makanan yang dipercaya mengandung gula. Tapi benarkah demikian?Gula, atau yang juga biasa disebut sukrosa, adalah karbohidrat yang secara alami terkandung dalam buah-buahan dan sayuran. Dari semua jenis tumbuhan, gula paling tinggi terdapat dalam bit dan tebu.

Gula yang dihasilkan dari keduanya adalah 99,95% sukrosa murni. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa 1 sendok teh gula alami ternyata cuma mengandung 15 kalori! Nah, mengonsumsi lebih banyak makanan dengan kalori tinggi lebih membuka peluang untuk nambah berat badan dengan cepat. Kalau kamu nggak mau menjadi gendut, cobalah langkah berikut ini. Buat jurnal atau catatan selama 7 hari, catat semua yang kamu minum dan makan.

Carilah di internet tabel yang berisikan keterangan jumlah kalori dalam makanan dan minuman. Catat jumlah kalori dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi. Jangan lupa perhatikan dan catat juga jumlah yang kamu konsumsi ya [misalnya 150 gram, 250ml, dll]. Di internet kamu juga bisa cari informasi berapa kalori yang sebaiknya kita konsumsi berdasarkan umur, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas. Ada juga yang menyediakan informasi berapa jumlah kalori yang terbakar melalui aktivitas yang berbeda-beda. Nah, periksalah jurnal 7 hari kamu tadi. Sudah sesuaikah dengan tabel yang kamu dapat? Kalo ingin mengurangi berat badan, ya kurangi asupan kalori kamu atau tingkatkan aktivitas fisik atau lakukan keduanya. Jadi, daripada menjauhi gula sama sekali, cobalah jalan lain dengan menghitung kalori di setiap makananmu. Selamat mencoba ya guys.

Baca selengkapnya

Fibrilasi Atrium Berisiko Serang Pekerja Stres Tinggi


Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium (atrial fibrillation) adalah kondisi di mana ruang atas jantung (atrium) berdenyut terlalu cepat dan kacau. Karena darah tidak sepenuhnya dipompa ke ventrikel, ruang jantung atas dan bawah tidak bekerja sama dengan baik, mengakibatkan detak jantung secara keseluruhan menjadi tidak teratur.

Fibrilasi atrium dapat terjadi tanpa gejala. Bila ada, penderita mungkin mengalami palpitasi, nyeri dada, pusing atau pingsan. Fibrilasi atrium dapat tetap tidak terdeteksi untuk waktu yang lama. Jika tidak diobati, komplikasi bisa berupa stroke dan serangan jantung.
Ada sejumlah profesi yang bisa memicu terjadinya Fibrilasi Atrium (FA). "Seringnya profesi yang mengalami stres berat dan heart rate tinggi jadi timbul FA. Misal, pada traffic controller di airport, polisi, para medis & tenaga medis," terang Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) dalam diskusi Kenali Fibrilasi Atrium (FA) untuk Mengurangi Risiko Stroke di RS Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Senin 25 Juli 2016.
Tak hanya itu, FA memang memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam memicu stroke. Namun, kenyataannya FA juga berperan besar dalam serangan jantung lain yang bisa sebabkan kematian. "FA juga akibatkan gagal jantung karena lemahnya pompa jantung, yang dampaknya juga ke organ lain. Bahkan tingkatkan 50 persen risiko kematian," ujar Yoga lagi.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa FA disebabkan oleh hipertensi, penyakit tiroid, obesitas dan stres. Untuk itu, mereka yang berisiko tinggi mengalami beberapa hal tersebut, menjadi rentan terhadap penyakit ini.
Untuk itu, Yoga sangat berharap masyarakat lebih paham mengenai penyebab dari timbulnya FA. Karena, mencegah hal tersebut akan jauh lebih baik sebelum kondisi tersebut akhirnya memicu penyakit jantung lainnya. "Masyarakat yang penting aware sama FA. Kalau sudah terjadi, harus diberi anti koagulan, obat yang melambatkan denyut hingga ablasi," kata dia.

(Sumber : Viva.com)

Baca selengkapnya

Dahsyat! Inilah 10 Pola Hidup yang Belum Banyak Orang Lakukan

Hidup sehat

Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya namun kadang, kita lupa untuk menjaga dan mensyukurinya. Cara menjalankan pola hidup sehat sebenarnya tidak lah susah, sederhana dan mudah saja untuk dilakukan. Anda hanya perlu memperhatikan kebiasaan kecil sehari-hari dan bila perlu merubahnya supaya lebih berguna bagi kesehatan tubuh. Memiliki badan sehat tidak harus selalu mengeluarkan biaya yang mahal. Namun faktanya, banyak orang rela mengeluarkan biaya besar untuk menjaga penampilan dan kesehatan tubuhnya. Untuk anda yang tidak mau mengeluarkan banyak biaya, lakukan pola hidup sehat mulai dari yang paling sederhana dan yang terpenting, mulailah dari sekarang.

1. Atur Pola Makan Sehat
Bila anda ingin memiliki penampilan yang awet muda, pilih makanan berkalori sebagai asupan energi serta untuk menjaga suasana hati dan cukupi makanan yang mampu meningkatkan metabolisme, kesehatan jantung serta mengelola stres. Perbanyak makan sayuran beserta akarnya, buah-buahan dengan glikenik rendah (pisang, apel, anggur, jeruk, kiwi, pear), serta makanan yang mengandung protein nabati dan protein tanpa lemak. Jangan menghitung kalori tetapi hitunglah kualitas. Kulit, rambut, kuku, berat badan dan suasana hati akan dipengaruhi oleh pola makan sehat.

2. Mulailah Bergerak
Olahraga secara teratur merupakan salah satu cara hidup sehat yang harus dilakukan. Tidak perlu latihan berat yang menguras energi dan waktu, tidak perlu membuang-buang uang dengan pergi ke pusat kebugaran, cukup jalan-jalan rutin di sekitar halaman rumah anda. Ingat! Bergerak akan membuat jantung tetap sehat, metabolisme terjaga serta terhindar dari stres. Olahraga ringan yang rutin serta teratur merupakan cermin seseorang melakukan pola hidup sehat sederhana.

3. Tertawalah
Percayakah anda jika tertawa bisa membuat awet muda? Selain mampu membakar kalori tanpa disadari, tertawa juga menyehatkan jantung karena akan melatih otot diafragma. Tips pola hidup sehat dengan tertawa sudah banyak dibuktikan keampuhannya untuk membuat anda tetap awet muda.

4. Pilih Yang Alami
Merawat penampilan fisik mulai dari wajah, rambut sampai bagian tubuh lain memang sudah menjadi keharusan. Produk-produk kecantikan maupun kesehatan yang anda gunakan bisa saja tidak bersahabat dengan tubuh anda di masa depan. Cobalah memakai masker mentimun untuk membersihkan kulit, memanfaatkan madu untuk menghilangkan noda hitam bekas jerawat atau mengkonsumsi jus wortel untuk merawat mata indah anda.

5. Kurangi Minuman Bersoda
Minuman berkarbonasi atau bersoda memang menjanjikan sensasi kesegaran yang luar biasa. Apalagi saat panas terik menyengat, anda serasa terjun bebas ke kolam yang penuh air. Itulah sugesti yang ditanamkan melalui iklan televisi. Agar anda melupakan gaya hidup sehat dan menimbun gula penyebab kegemukan dalam minuman berkarbonasi.

6. Minum Lebih Banyak Air
Sudah berapa gelas air putih yang anda minum hari ini? Tahukah anda, 8 gelas adalah jumlah minimal air yang harus anda minum? Dan tahukah anda arti kata minimal? Ya, kita semua masih kurang banyak meminum air putih dalam sehari. Minum sebanyak mungkin air putih adalah cara hidup sehat yang murah, mudah dan ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh.

7. Mulailah Membuat Jus
Jus buah maupun sayur bisa menjadi cara efektif untuk anda atau anggota keluarga yang tidak suka mengkonsumsi buah dan sayuran secara langsung. Sudah banyak kreasi resep jus buah dengan rasa yang nikmat tanpa mengurangi vitamin atau mineral berguna di dalamnya. Menikmati jus secara rutin adalah salah satu cara pola hidup sehat yang mudah untuk dilakukan selain meminum air putih.
8. Jangan Lupa Tidur
Tidur adalah hal yang sangat penting bagi kecantikan atau pun kesehatan anda. Selain bertujuan mengistirahatkan tubuh dan mengelola stres, manfaat tidur untuk kecantikan juga sangat nyata. Hormon anti-penuaan yang dikenal sebagai DHEA sebenarnya diproduksi saat anda sedang tidur. Delapan jam merupakan waktu tidur yang optimal, tetapi jika anda bisa mendapatkan sembilan jam, itu lebih bagus!
9. Biasakan Berpikir Positif
Otak merupakan bagian terpenting dari tubuh manusia. Segala aktivitas akan dikoordinasikan dengan otak sebelum dijalankan oleh bagian tubuh. Pikiran positif akan menghindarkan anda dari stres, meningkatkan rasa percaya diri serta menjaga kinerja organ tubuh lainnya tetap maksimal.
10. Buang Jauh Kebiasaan Buruk
Setiap orang tentu tahu kebiasaan-kebiasaan buruk apa saja yang masih dilakukannya, begitu pun dengan anda. Berhenti merokok, minum alkohol, begadang setiap malam sampai makan makanan cepat saji. Mulailah dari mengurangi kebiasaan buruk anda dan hilangkan jika anda ingin menjalankan pola hidup sehat.

(Sumber : Akusehatku.com)
Baca selengkapnya

Friday, January 6, 2017

2017 Kemenkes Upayakan Tiga Vaksin Lengkapi PIN

Vaksin Obat
Di tahun 2017, Kementerian Kesehatan RI akan mengupayakan penambahan tiga jenis kekebalan untuk melengkapi program nasional imunisasi dasar lengkap, yaitu: vaksin Measles Rubella (MR); vaksin Pneumococcus; dan vaksin Human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks. Sampai dengan 2019 kita akan menambah imunisasi baru, yang disebut New Vaccine Initiative. Tahun ini, kita akan melakukan demonstrated project (bukan pilot project), karena vaksin ini telah diuji di berbagai negara, jadi tinggal kita laksanakan, tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, pada gelaran Temu Media Akhir Tahun Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (30/12) lalu.
Dijelaskan oleh dr. Subuh, vaksin MR untuk menggantikan vaksin campak akan mulai diterapkan untuk digunakan secara berkala mulai Januari 2017. Selanjutnya, vaksin Pneumococcus sebagai proteksi bagi anak-anak dari ISPA akan mulai diterapkan pada pertengahan tahun 2017. Sedangkan vaksin HPV yang sebenarnya sudah mulai diperkenalkan pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2016 di DKI Jakarta akan dikembangkan lebih luas pada tahun 2017.
Sampai dengan tahun 2025 kita akan bertambah 3 imunisasi lagi. Jadi total nantinya imunisasi dasar lengkap nantinya ada 14. Kalau sudah punya kekebalan dari 14 penyakit, berarti kita sudah bisa sama dengan negara eropa dan Amerika, kata dr. Subuh. Imunisasi melindungi anak-anak dari beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian. Jadi, imunisasi adalah salah satu langkah tepat bagi orang tua untuk menjamin kesehatan anaknya. Lebih lanjut, imunisasi tidak membutuhkan biaya besar, bahkan di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secara gratis.
Sampai dengan tahun 2016 lalu, program nasional imunisasi dasar lengkap yang ada di Indonesia telah berhasil melindungi jutaan generasi bangsa dari delapan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu polio, TBC, campak, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B dan Pneumonia serta Meningitis.
Menjawab pertanyaan media mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan agar ketiga vaksin baru tersebut dapat menjadi program nasional yang menyeluruh, dr. Subuh menyatakan butuh waktu lebih kurang 2-3 tahun. Tahun 2017, kita memberanikan diri agar vaksin MR yang akan menggantikan vaksin Campak mencakup seluruh Jawa, sehingga tahun 2018 vaksin MR bisa mencakup seluruh Indonesia, kata dr. Subuh.
Memasukkan ketiga vaksin tersebut ke dalam program nasional tentu membawa konsekuensi terhadap besarnya anggaran pengadaan vaksin tersebut, yakni lebih kurang 1 Triliun rupiah. Selain berasal dari sumber utama APBN, juga didapatkan dengan mekanisme sharing dengan lembaga-lembaga donor. Besarnya dana untuk imunisasi yang merupakan tindakan pencegahan, tetap jauh lebih murah apabila kita bandingkan dengan kerugian apabila seorang anak terserang penyakit akibat tidak diimunisasi, tandas dr. Subuh.
(Sumber :depkes.go.id)

Baca selengkapnya

Waspadai Penyakit Emerging, Re-Emerging, dan New Emerging

Penyakit obat
Dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyakit, tahun 2016 menjadi tahun yang dinilai penuh kejutan dan tantangan, karena kemunculan penyakit yang emerging, re-emerging dan new emerging ini mengingatkan kita  agar tidak boleh lengah terhadap penyakit-penyakit yang telah dinyatakan eliminasi atau eradikasi. Penyakit-penyakit yang telah dinyatakan eliminasi atau eradikasi, kemungkinan untuk muncul kembali itu tetap ada. Kita harus terus waspada., tutur Direktur Jenderal  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2016 Kemenkes RI di Auditorium Leimena, Kemenkes RI, Kamis (29/12).
Menanggapi pertanyaan media mengenai new emerging disease, dr. Subuh menerangkan bahwa penyakit new emerging diantaranya adalah HIV/AIDS dan Flu Burung. Sedangkan penyakit emerging adalah penyakit yang banyak ditemukan, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit Zika bukan merupakan penyakit baru atau new emerging disease, tetapi re-emerging disease atau muncul kembali yang neglected (terlupakan). Bagaimanapun Zika masih merupakan suatu ancaman, karena negara tetangga kita endemis, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Menurut dr. Subuh, Kemenkes terus melakukan pengawasan melalui surveilans yang dilakukan dan membaca signal atau tren penyakit yang merebak di negara-negara lain, sebagai langkah preparedness. Saat ini yang perlu diwaspadai adalah Flu Burung, karena angka kematiannya tinggi dan telah mulai merebak di daratan China. Meskipun pada tahun 2016 ini kita tidak menemukan kasus Flu Burung, tetapi obat Tamiflu tetap kita beli sebagai langkah antisipasi, kata dr. Subuh. Oseltamivir, obat antivirus influenza yang dikenal dengan sebutan Tamiflu, merupakan obat utama yang dipakai dalam mengatasi pandemi flu di banyak negara. Obat Tamiflu tetap kita beli, tetap kita adakan, meskipun bila nanti tidak ada kasus berarti tidak terpakai. Kita tidak mau ada risiko, jelas dr. Subuh. Ditambahkan, pengadaan obat Tamiflu merupakan stock secara nasional, disimpan di Pusat dan dipakai sesuai keperluan. Begitu ada indikasi kasus Flu Burung, harus diminta dari Kabupaten/Kota atau RS Provinsi ke Pemerintah Pusat, tandas dr. Subuh.
(Sumber : depkes.go.id)

Baca selengkapnya